Kamis, 10 Juli 2025

Salak Pondoh

 

Salak pondoh merupakan kultivar yang dikembangkan dari populasi di lereng Gunung Merapi sisi tenggara dan mulai dikembangkan pada tahun 1980-an. Salak pondoh memiliki ciri khas daging buah yang manis, garing, dan tidak sepat sewaktu muda.[6] Buah ini menjadi salah satu simbol penting untuk pariwisata Yogyakarta.

Salak pondoh sendiri ada bermacam-macam lagi variannya. Beberapa yang terkenal di antaranya adalah pondoh super, pondoh hitam, pondoh gading, pondoh nglumut yang berukuran besar, dan lain-lain. Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, sentra penghasil salak pondoh ini adalah kawasan lereng Gunung Merapi yang termasuk wilayah Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Salak pondoh nglumut atau kerap pula disebut salak nglumut, namanya diambil dari nama desa penghasil varietas salak unggul ini yaitu Desa Nglumut yang juga berada di hamparan Merapi dan termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kini perkebunan salak pondoh telah meluas ke mana-mana, seperti ke wilayah Wonosobo, Banjarnegara, Banyumas, Kuningan dan lain-lain. 

Jenis-jenis lain 

Ada beberapa macam salak lain yang dikenal di Indonesia:

  • Salak condet, asalnya dari Jakarta. Ukurannya kecil, sedang, sanmpai besar. Warnanya coklat hingga kehitaman. Buahnya tebal, rasanya manis, agak kelat, hingga agak kesat.
  • Salak bali, berasal dari Sibetan, Bali. Ukurannya kecil hingga sedang. Warnanya coklat muda cenderung agak cerah, sisiknya jauh lebih halus, daging buahnya tebal, serta manis rasanya, dan teksturnya kering. Adapun bijinya kecil dan tunggal.
  • Salak gading dan salak kembang arum, kedua-duanya asalnya dari Jogja pula. Bisa dibedakan dengan salak pondoh, berdasarkan warna kulit dan dan ukuran buahnya. Salak gading warnanya kuning-gading mengkilap, ukurannya sedang; serta, salak kembang arum coklat warnanya, ukurannya bermacam antara kecil, sedang, hingga besar.
  • Salak penjalinan, berasal dari Bangkalan, Madura. Kecil, coklat-kekuningan, dan rasanya manis, renyah, dan masir.
  • Salak kersikan, asalnya dari Pasuruan. Memiliki karakteristik rasa manis, masam dan mempunyai kandungan air yang tinggi.

  

Macam-macam salak

Berdasarkan kultivarnya, di Indonesia orang mengenal antara 20 sampai 30 jenis di bawah spesies. Beberapa yang terkenal di antaranya adalah:

  1. Salak Sidimpuan dari Sumatera Utara
  2. Salak Condet dari Jakarta
  3. Salak Pondoh dari Yogyakarta
  4. Salak Bali dari Bali
  5. Salak Bangkalan dari Madura
  6. Salak Kersikan dari Pasuruan

Salak condet merupakan flora provinsi DKI Jakarta.

Pengertian, Klasifikasi, Kandungan, Manfaat, serta Jenis-Jenis Buah Salak

 

Salak (Salacca zalacca) adalah sejenis tumbuhan palma yang buahnya bisa dimakan. Buah ini disebut juga dengan snake fruit karena kulit buahnya seperti sisik ular. Pohon buah salah adalah palma perdu atau hampir tanpa memiliki batang dengan duri yang sangat banyak. Tangkai pohon salak memiliki duri yang panjang dan banyak dengan daun majemuk menyirip. Buah dari tumbuhan salak berbentuk segitiga agak bulat atau bulat telur terbalik dengan runcing di bagian pangkal dan membulat pada bagian ujung yang tertutup oleh kulit buah bersisik berwarna kuning coklat hingga coklat merah. Sarkotesta atau dinding buah tengah memiliki tekstur berdaging tebal berwarna putih hingga kuning krem, ada yang memiliki rasa manis, asam, bahkan sepat dengan biji keras berwarna coklat kehitaman di bagian tengah. 

Jenis- Jenis Salak :

1. Salak condet adalah jenis salak yang berasal dari Jakarta. Memiliki ukuran buah ada yang kecil, sedang, sampai besar. Memiliki kulit buah berwarna coklat hingga kehitaman dengan buah tebal, rasanya manis, agak kelat, hingga agak kesat.

2. Salak bali adalah jenis salak yang berasal dari Sibetan, Bali. Salak ini memiliki ukuran buah kecil hingga sedang. Warna kulit buahnya coklat muda cenderung agak cerah dengan sisik jauh lebih halus, daging buah salak jenis ini tebal serta memiliki rasa manis, dan teksturnya kering dengan biji berukuran kecil dan tunggal. 

3. Salak gading dan Salak kembang arum adalah jenis salak yang bersal dari Jogja. Salak gading warna kulit buah kuning-gading mengkilap dengan ukuran buah sedang. Salak kembang arum memiliki kulit buah berwarna coklat dengan ukuran buah bermacam antara kecil, sedang, hingga besar.


4. Salak penjalinan adalah jenis salak yang berasal dari Bangkalan, Madura. salak jenis ini memiliki ukuran buah kecil, kulit buahnya berwarna coklat-kekuningan dengan buah manis, renyah, dan masir. 

5. Salak Pondoh adalah salah satu jenis salak yang bersal dari daerah Sleman, Yogyakarta. salak jenis ini memiliki rasa yang manis sejak buah masih muda.


6. Salak Sidempuan adalah jenis salak yang berasal dari desa Sibakua dan Hutalambung, Tapanuli Selata. Jenis buah salak ini memiliki ukuran buah bervariasi mulai dan ukuran kecil sampai besar. Daging buahnya tebal berwarna kuning tua semburat merah dengan toiv besar, Rasanya manis bercampur masam, berair, dan hampir tidak terasa sepetnya. Kulit buahnya bersisik besar dengan warna cokelat sampai kehitaman. 

 

  

 

Pemerian botanis

 

Palma berbentuk perdu atau hampir tidak berbatang, berduri banyak, melata dan beranak banyak, tumbuh menjadi rumpun yang rapat dan kuat. Batang menjalar di bawah atau di atas tanah, membentuk rimpang, sering bercabang, diameter 10-15 cm.

Daun majemuk menyirip, panjang 3-7 m; tangkai daun, pelepah dan anak daun berduri panjang, tipis dan banyak, warna duri kelabu sampai kehitaman. Anak daun berbentuk lanset dengan ujung meruncing, berukuran sampai 8 x 85 cm, sisi bawah keputihan oleh lapisan lilin

Kebanyakan berumah dua (dioesis), karangan bunga terletak dalam tongkol majemuk yang muncul di ketiak daun, bertangkai, mula-mula tertutup oleh seludang, yang belakangan mengering dan mengurai menjadi serupa serabut. Tongkol bunga jantan 50–100 cm panjangnya, terdiri atas 4-12 bulir silindris yang masing-masing panjangnya antara 7–15 cm, dengan banyak bunga kemerahan terletak di ketiak sisik-sisik yang tersusun rapat. Tongkol bunga betina 20–30 cm, bertangkai panjang, terdiri atas 1-3 bulir yang panjangnya mencapai 10 cm.

Buah tipe buah batu berbentuk segitiga agak bulat atau bulat telur terbalik, runcing di pangkalnya dan membulat di ujungnya, panjang 2,5–10 cm, terbungkus oleh sisik-sisik berwarna kuning coklat sampai coklat merah mengkilap yang tersusun seperti genting, dengan banyak duri kecil yang mudah putus di ujung masing-masing sisik. Dinding buah tengah (sarkotesta) tebal berdaging, kuning krem sampai keputihan; berasa manis, masam, atau sepat. Biji 1-3 butir, coklat hingga kehitaman, keras, 2–3 cm panjangnya.